ZONAHALAL.ID BANDUNG -- Dalam rangka memperkuat ekosistem halal di Indonesia, Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Halal Center UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sosialisasi UB Halal Metric dan Forum Group Discussion tentang Ekosistem Halal di Perguruan Tinggi.
Kegiatan yang menghadirkan dua narasumber yang kompeten: Dr. Tri Cahyanto, M.Si., dan Ir. L. Tri Wijaya Kusuma, ST., MT., Ph.D. ini berlangsung di Gedung Laboratorium Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi se-Bandung Raya yang berkomitmen mendukung pengembangan halal nasional.
Acara dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (A2KK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung oleh Dr. H. Nur Arifin, M.Pd., yang menyampaikan: “Perguruan tinggi sebagai salah satu motor penggerak utama memiliki peran penting dalam akselerasi pengembangan industri halal. Melalui kolaborasi dan inovasi, kita bisa mempercepat pencapaian target nasional dalam penguatan ekosistem halal,” tegas Arifin dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).
Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menyatakan, “UB Halal Metric ini sangat penting untuk sinergi antar perguruan tinggi di Indonesia, karena mampu menjadi alat yang mempercepat pengembangan kualitas dan keberlanjutan ekosistem halal di setiap institusi pendidikan,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Tri menyampaikan pentingnya penguatan ekosistem halal di perguruan tinggi sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan industri halal nasional. “Penguatan ekosistem halal di perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi kokoh dalam pengembangan industri halal nasional. Perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi, penelitian, serta edukasi yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing dalam bidang halal,” tuturnya.
Ir. L. Tri Wijaya Kusuma, ST., MT., Ph.D, menjelaskan tentang UB Halal Metric yang menjadi alat ukur penting dalam menilai kesiapan dan keberlanjutan ekosistem halal di perguruan tinggi. “UB Halal Metric adalah alat ukur yang komprehensif untuk menilai kesiapan dan keberlanjutan ekosistem halal di perguruan tinggi. Melalui indikator-indikator yang telah disusun, universitas dapat meningkatkan kualitas layanan halal serta memperkuat posisi mereka dalam ekosistem halal nasional,” paparnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diikuti dengan sesi tanya jawab dari perwakilan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Politeknik Kesehatan Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan Ma’soem University. Mereka aktif berdiskusi dan menanyakan berbagai aspek terkait pengembangan ekosistem halal.
Sebagai puncak acara, UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih dua penghargaan bergengsi Gold Award dalam kategori Halal Ecosystem dan Education dalam ajang UB Halal Metric 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengintegrasikan nilai-nilai halal dalam pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam ekosistem halal nasional.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi sangat vital dalam mempercepat penguatan ekosistem halal di Indonesia. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan memberi dampak positif yang luas bagi kemajuan industri halal tanah air.