Ekosistem Halal Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Notification

×

Iklan

Iklan

Ekosistem Halal Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:51 WIB Last Updated 2026-01-23T23:51:00Z

 


ZONAHALAL.ID TANGERANG -- Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa halal tidak semata-mata berkaitan dengan aspek keagamaan semata, melainkan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, negara yang memiliki ekosistem halal yang kuat dan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan ekosistem halal akan memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.


Hal itu disampaikan Haikal Hasan saat mewakili Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membuka International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Symposium 2026 yang diselenggarakan di Menara Syariah, Tangerang, Banten. 


Dalam sambutannya, Haikal Hasan menjelaskan bahwa halal dapat berfungsi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi (booster growth economic engine) melalui penguatan daya saing produk, perluasan akses pasar, serta peningkatan kepercayaan konsumen, baik di tingkat nasional maupun global.


“Ketika kita memiliki ekosistem halal dan menaruh perhatian terhadap serius pada sertifikasi halal produk, maka itu bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kita. Halal memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing produk, memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujarn Babe dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).


Ahmad Haikal Hasan menyampaikan harapannya agar ke depan halal tidak hanya dipahami sebagai standar produk, tetapi nilainya berkembang menjadi standar tinggi dalam lifestyle. Ia menilai nilai-nilai halal yang menekankan berbagai aspek penting seperti kebersihan, keamanan, kesehatan, keberlanjutan, ramah lingkungan, sangat relevan untuk diterapkan secara luas di berbagai sektor.


“Kita berharap halal ke depan dapat menjadi the highest standard for life, bukan hanya dalam konsumsi, tetapi juga dalam cara kita berproduksi, berbisnis, dan berinteraksi,” tambahnya