Imlek Tak Hanya Soal Ritual, Sajian Halal Jadi Simbol Kebersamaan

Notification

×

Iklan

Iklan

Imlek Tak Hanya Soal Ritual, Sajian Halal Jadi Simbol Kebersamaan

Senin, 16 Februari 2026 | 07:12 WIB Last Updated 2026-02-16T00:12:33Z

 


ZONAHALAL.ID JAKARTA -- Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan lampion merah, barongsai, dan tradisi kumpul keluarga. Namun di Indonesia, Imlek tak lagi dipandang semata sebagai ritual keagamaan, melainkan juga perayaan budaya yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

Salah satu yang menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah penyajian makanan halal saat momen Imlek. Di tengah masyarakat yang majemuk, banyak keluarga Tionghoa kini menyesuaikan hidangan agar dapat dinikmati bersama kerabat dan sahabat Muslim.

“Kami ingin semua tamu merasa nyaman dan bisa makan bersama tanpa ragu,” ujar Lina (45), warga Jakarta yang rutin menggelar jamuan Imlek setiap tahun.

Menu khas seperti kue keranjang atau nian gao tetap hadir sebagai simbol kenaikan rezeki dan harapan hidup yang lebih baik. Mie panjang umur juga menjadi sajian wajib sebagai doa untuk kesehatan dan umur panjang. Bedanya, kini banyak yang memastikan bahan yang digunakan bersertifikat halal.

Restoran hingga hotel pun menangkap tren ini. Sejumlah pelaku usaha menghadirkan paket Imlek halal dengan menu seperti ayam saus tiram, ikan kukus jahe, capcay, hingga lumpia sayur. Bahkan, beberapa tempat sudah mengantongi sertifikasi halal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengamat sosial menyebut fenomena ini sebagai bentuk adaptasi budaya yang wajar di Indonesia. “Imlek adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa. Ketika dirayakan dengan memperhatikan aspek halal, itu justru memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain sajian makanan, tradisi berbagi jeruk mandarin dan angpao tetap menjadi simbol keberuntungan dan doa baik di tahun yang baru. Pada akhirnya, semangat Imlek tak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang mempererat hubungan keluarga dan merayakan keberagaman.

Di tengah dinamika masyarakat modern, Imlek menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus berkembang tanpa kehilangan makna, sekaligus menjadi ruang temu yang hangat bagi semua. (AI)