dr. Ega: Standar Tayyib Lebih Tinggi dari Sekadar Halal

Notification

×

Iklan

Iklan

dr. Ega: Standar Tayyib Lebih Tinggi dari Sekadar Halal

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:46 WIB Last Updated 2026-07-12T00:46:31Z

 



5 Pentingnya Makan Halal, Tayyib, dan Bergizi


ZONAHALAL.ID JAKARTA – Islam mengajarkan bahwa makanan yang dikonsumsi seorang Muslim tidak cukup hanya halal, tetapi juga harus tayyib atau baik. Prinsip ini menegaskan bahwa makanan bukan sekadar bebas dari unsur yang diharamkan, melainkan juga bergizi, aman, bersih, dan memberikan manfaat bagi kesehatan.


Allah SWT berfirman:


"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 168).


Ayat tersebut menunjukkan bahwa halal dan tayyib merupakan dua prinsip yang tidak dapat dipisahkan. Halal berkaitan dengan ketentuan syariat, sedangkan tayyib menekankan kualitas makanan yang baik bagi tubuh.


Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ega Zainur Ramadhani, mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup thayyib dalam konsumsi sehari-hari. Menurutnya, standar thayyib lebih tinggi dari sekadar halal karena mencakup aspek gizi, keamanan pangan, dan manfaat bagi tubuh.


" Standar thayyibblebih tinggi dari sekadar halal karena mencakup aspek gizi, keamanan, dan manfaat bagi tubuh," ujar dr. Ega dikutip dari RRI, Minggu (12/7/2026)


Lantas, mengapa penting mengonsumsi makanan halal, tayyib dan bergizi? Berikut lima alasannya.


1. Menjalankan Perintah Allah SWT


Mengonsumsi makanan halal dan tayyib merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Setiap Muslim diperintahkan untuk memperhatikan apa yang dikonsumsi agar sesuai dengan syariat sekaligus membawa kebaikan bagi dirinya.


2. Menjaga Kesehatan dan Mencegah Penyakit


Konsep tayyib mencakup makanan yang bersih, aman, dan berkualitas. Makanan yang memenuhi prinsip ini membantu menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko penyakit akibat pangan yang tercemar atau tidak layak konsumsi.


3. Memenuhi Kebutuhan Gizi Seimbang


Menurut dr. Ega, makanan yang *thayyib* harus mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat yang seimbang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga fungsi organ, serta meningkatkan produktivitas.


4. Menghadirkan Keberkahan dalam Kehidupan


Makanan yang diperoleh dan dikonsumsi secara halal serta *tayyib* tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghadirkan keberkahan. Dalam ajaran Islam, makanan yang baik menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kebersihan hati, kualitas ibadah, dan keberkahan rezeki.


5. Mendukung Gaya Hidup Halal yang Berkelanjutan


Memilih makanan halal, tayyib, dan bergizi berarti ikut mendorong berkembangnya ekosistem halal. Kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman dan berkualitas akan memperkuat rantai pasok halal, mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga penyajian kepada konsumen.


Mengonsumsi makanan halal adalah kewajiban, sedangkan memilih makanan yang tayyib merupakan ikhtiar untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Dengan memadukan keduanya, umat Islam tidak hanya menjalankan syariat, tetapi juga membangun pola hidup sehat yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.