-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Komisi X, Kampus Kunci Kembangkan Wisata Halal RI

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:25 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-25T01:25:10Z


ZONAHALAL.ID JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyebut perguruan tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan potensi wisata halal di Indonesia.


“Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia," kata Kurniasih dikutip dari Antara, Sabtu (25/7/2026)


Berdasarkan data yang dimilikinya, pada tahun 2024 sektor perjalanan dan pariwisata menyumbang sekitar 5,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Industri ini juga menciptakan sekitar 12,9 juta lapangan kerja dan menarik sekitar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara.


Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional dengan prospek yang terus berkembang. Di tengah pertumbuhan tersebut, wisata halal atau wisata ramah Muslim muncul sebagai salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.


Mengutip laporan dari Global Muslim Travel Index (GMTI), ia menyebut jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 176 juta perjalanan pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 245 juta perjalanan pada 2030 dengan nilai belanja lebih dari 230 miliar dolar AS.


Besarnya potensi tersebut dinilai menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, untuk dapat bersaing di tingkat global, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi.


Ia turut menyoroti kawasan ASEAN masih menjadi pasar terbesar bagi wisatawan Muslim.


Menurutnya, Indonesia diperkirakan mampu menyerap sekitar 34 hingga 38 persen potensi pasar tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan wisata halal nasional masih sangat terbuka meskipun situasi ekonomi global masih diwarnai berbagai ketidakpastian.


Maka dari itu, dia mendorong perguruan tinggi untuk ikut serta dalam mengembangkan wisata halal di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. Peran tersebut menjadi penting mengingat potensi industri pariwisata halal yang terus tumbuh pesat, baik di tingkat nasional maupun global.


Menurutnya, kontribusi utama perguruan tinggi dimulai dari menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap memenuhi kebutuhan industri pariwisata halal. Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi faktor kunci agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan menargetkan posisi lima besar destinasi wisata halal dunia.


Selain mencetak tenaga profesional, perguruan tinggi juga berperan dalam menghasilkan riset dan inovasi yang melahirkan berbagai model pengembangan wisata halal. Hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memperkuat kebijakan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas daya tarik destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia.


Peran strategis lainnya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui program pendampingan, pelatihan, hingga pemberdayaan masyarakat di destinasi wisata, kampus dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan masyarakat lokal agar mampu memenuhi standar layanan wisata halal.


Dalam mendukung pengembangan sektor ini, perguruan tinggi juga diharapkan menjadi pusat kolaborasi dalam skema sinergi pentahelix dengan menghubungkan pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas di ASEAN yang masih menjadi pasar terbesar bagi wisatawan Muslim.


Dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul, inovasi berbasis riset, serta sinergi lintas sektor, Kurniasih berharap perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik di dunia.


 


 



×
Berita Terbaru Update