ZONAHALAL.ID JAKARTA— Ketika mendengar istilah sertifikasi halal, yang terbayang biasanya adalah makanan dan minuman. Padahal, cakupan jaminan produk halal jauh lebih luas. Menjelang pemberlakuan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026, masyarakat dan pelaku usaha perlu mengetahui bahwa sejumlah produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga masuk dalam radar sertifikasi halal.
Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan regulasi turunannya. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mendorong pelaku usaha untuk mempersiapkan sertifikasi halal sesuai kategori dan tahapan yang telah ditetapkan.
Lantas, selain makanan dan minuman, produk apa saja yang perlu menjadi perhatian?
1. Kosmetik
Kosmetik menjadi salah satu produk yang wajib diperhatikan. Bukan hanya makeup, tetapi juga berbagai produk perawatan tubuh seperti skincare, produk perawatan kulit, hingga pasta gigi.
Status halal kosmetik penting karena bahan yang digunakan dapat berasal dari beragam sumber. Karena itu, aspek bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga fasilitas produksi menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses sertifikasi.
Bagi konsumen, adanya sertifikat halal memberikan kepastian bahwa produk telah melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan jaminan produk halal.
2. Obat dan Suplemen Kesehatan
Produk kesehatan juga tidak luput dari perhatian. Dalam tahapan Wajib Halal, sejumlah kategori obat dan produk kesehatan termasuk yang perlu memenuhi ketentuan sertifikasi halal.
Hal ini memperlihatkan bahwa konsep halal tidak hanya berkaitan dengan makanan yang masuk ke tubuh, tetapi juga produk yang digunakan untuk menunjang kesehatan.
Bagi pelaku usaha, pemahaman terhadap bahan baku, sumber bahan, proses produksi, serta dokumen pendukung menjadi penting agar proses sertifikasi dapat berjalan dengan baik.
3. Produk Kimiawi
Produk kimiawi juga termasuk dalam cakupan produk yang masuk dalam ekosistem jaminan produk halal.
Mungkin selama ini konsumen tidak banyak mengaitkan produk kimiawi dengan sertifikasi halal. Padahal, dalam proses produksinya dapat digunakan berbagai bahan dengan sumber dan karakteristik yang perlu ditelusuri.
Karena itu, sertifikasi halal tidak sekadar melihat produk pada hasil akhirnya. Penelusuran bahan dan proses produksi menjadi bagian penting untuk memastikan pemenuhan standar halal.
4. Produk Rekayasa Genetik
Produk rekayasa genetik juga masuk dalam kategori yang perlu diperhatikan dalam penahapan kewajiban sertifikasi halal.
Masuknya kategori ini menunjukkan bahwa ekosistem halal terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan industri.
Bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang tersebut, pemahaman mengenai regulasi halal menjadi penting agar inovasi dan perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepastian bagi konsumen.
5. Barang Gunaan
Inilah kategori yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat. **Barang gunaan**, yakni berbagai barang yang digunakan, dipakai, atau dimanfaatkan masyarakat, juga menjadi bagian dari cakupan jaminan produk halal sesuai ketentuan yang berlaku.
Kategori tersebut dapat mencakup antara lain sandang dan aksesori, perbekalan kesehatan rumah tangga, peralatan rumah tangga, perlengkapan ibadah, alat tulis, perlengkapan kantor, hingga alat kesehatan kelas risiko A sesuai penahapannya.
Artinya, pembahasan halal tidak berhenti pada apa yang kita makan dan minum. Berbagai benda yang bersentuhan dengan aktivitas sehari-hari pun dapat menjadi bagian dari ekosistem jaminan produk halal.
Halal Bukan Sekadar Label
Perluasan cakupan sertifikasi halal menunjukkan bahwa halal semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus dunia usaha.
Bagi konsumen, sertifikasi halal memberikan kepastian dan kenyamanan dalam memilih produk. Sementara bagi pelaku usaha, sertifikasi halal bukan semata-mata kewajiban administratif, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak menunggu hingga batas pemberlakuan tiba. Mulai dari mengenali kategori produk, memeriksa bahan baku, memastikan proses produksi, menyiapkan dokumen, hingga mengurus sertifikasi halal perlu dipersiapkan sejak dini.
Jadi, halal bukan cuma soal makanan dan minuman. Kosmetik, obat dan suplemen kesehatan, produk kimiawi, produk rekayasa genetik, hingga barang gunaan pun masuk dalam radar ekosistem jaminan produk halal.
Menjelang Wajib Halal 2026, sudahkah produk yang kita gunakan dan produksi memiliki kepastian halal? (AI)
