BI Jabar Perkuat Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Industri Halal 2026

Notification

×

Iklan

Iklan

BI Jabar Perkuat Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Industri Halal 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:04 WIB Last Updated 2026-02-05T00:04:51Z



ZONAHALAL.ID BANDUNG -- UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima audiensi koordinasi program Edu-Open Collaboration Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Tahun 2026 di Gedung O. Djauharuddin AR, Rabu (4/2/2026).


Audiensi ini diterima langsung oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, didampingi Wakil Rektor III Prof. Dr. Husnul Qodim, M.A., Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., Ketua Tim Kerja Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, H. Wawan Gunawan, S.Ag., Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan, Muhammad Helmi Kahfi, S.Sos., MMPd.


Dalam pertemuan itu, Bank Indonesia Jawa Barat diwakili oleh Cecep Ridwan, Deputi Direktur BI Jawa Barat, bersama Dita Normalaksana Putri (Kepala Unit Kehumasan), Lina Zuhrianah (Unit Ekonomi Syariah), serta Rini Wulandari (Unit Kehumasan).


Cecep Ridwan menyampaikan bahwa Bank Indonesia Jawa Barat secara konsisten memperkuat peran bank sentral melalui pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan literasi ekonomi di masyarakat. “Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dan berkelanjutan dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan dinamika perekonomian,” jelasnya.


Menurutnya, sinergi Bank Indonesia dengan perguruan tinggi diimplementasikan melalui beragam program edukasi dan pengembangan kapasitas, sekaligus mendorong peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan, antara lain melalui program Beasiswa Bank Indonesia dan pembinaan komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).


Kolaborasi antara Bank Indonesia dan universitas di Jawa Barat diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara dunia akademik dan praktik kebijakan, serta memperkuat fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan melalui investasi pada generasi masa depan.


Khusus di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cecep Ridwan memaparkan sejumlah bentuk kolaborasi yang telah dan akan dijalankan, di antaranya penerima Beasiswa Bank Indonesia Tahun 2025, program MADANI (Magang Berdampak Industri Halal Indonesia), magang reguler, Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ), CBP Rupiah Championship, serta QRIS Jelajah Indonesia.


Bank Indonesia Jawa Barat mengembangkan program Bank Indonesia Mengajar, sebagai wujud kontribusi langsung BI dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. “Program ini mencakup peran BI sebagai narasumber maupun pengajar pada kuliah tamu dan praktik profesional, dengan materi seputar kebanksentralan seperti moneter, inflasi, sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah, hingga ekonomi digital, yang terintegrasi dalam kurikulum resmi perguruan tinggi,” paparnya.


Di bidang riset, Bank Indonesia Institute secara rutin menyelenggarakan berbagai skema hibah dan bantuan penelitian untuk mendukung ekosistem riset nasional. Informasi terkait Research Grant Bank Indonesia Tahun 2026 direncanakan akan dirilis pada Februari–Maret 2026 dengan fokus tema pertumbuhan ekonomi, keuangan digital, serta sinergi moneter dan fiskal.


Cecep Ridwan menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi mahasiswa dan universitas, antara lain melalui partisipasi mahasiswa dalam kompetisi dan kegiatan edukasi kebijakan Bank Indonesia, keterlibatan dalam promosi kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat, analisis dampak ekonomi daerah, hingga program Magang Berdampak dan KKN di desa wisata binaan BI Jawa Barat.


Program MADANI (Magang Berdampak Industri Halal Indonesia) turut menjadi salah satu fokus kolaborasi, sebagai upaya akselerasi sertifikasi halal bagi UMKM makanan dan minuman di Jawa Barat. “Program ini, mahasiswa berperan sebagai pendamping proses produk halal (PPH) yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) sesuai kebijakan universitas,” ujarnya.


Program Halal Incubation dikembangkan untuk membangun ekosistem pangan halal berbasis pondok pesantren melalui rangkaian kegiatan inkubasi bisnis, pemagangan, dan pendampingan unit usaha pesantren, dengan melibatkan mahasiswa sebagai enumerator dan pendamping usaha, termasuk dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN).


“Kabar baiknya dari Bank Indonesia Jawa Barat, Alhamdulillah keberlanjutan program Beasiswa Bank Indonesia Tahun 2026, yang dilaksanakan sesuai komitmen perjanjian kerja sama (PKS) yang berlaku, sebagai bagian dari inisiatif besar Pendidikan Kebanksentralan melalui kolaborasi edukasi dan pengajaran di perguruan tinggi mitra,” tandasnya.


Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag menyambut baik audiensi dan menegaskan kesiapan UIN Bandung untuk memperkuat kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia Jawa Barat dalam pengembangan SDM unggul dan berdaya saing.


Program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi mitra dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing, termasuk melalui penguatan literasi ekonomi dan ekonomi syariah, halal dan Juleha (juru sembelih halal).


“UIN Sunan Gunung Djati Bandung terbuka dan siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam program Edu-Open Collaboration. Sinergi ini penting untuk memperkuat pengembangan SDM unggul, meningkatkan literasi ekonomi, halal, Juleha, mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, terutama di Jawa Barat,” tuturnya.


Menurutnya kolaborasi ini sejalan dengan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan program-program kolaboratif yang berdampak langsung bagi sivitas akademika dan masyarakat.


Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Bank Indonesia Jawa Barat dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal yang berkelanjutan di Jawa Barat.