Jelang Iduladha 1447, KUA Bekali Juru Sembelih Halal dan Panitia Kurban

Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Iduladha 1447, KUA Bekali Juru Sembelih Halal dan Panitia Kurban

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB Last Updated 2026-05-08T02:33:27Z

 

 



ZONAHALAL.ID KARIMUN -- Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) memberi pembekalan kepada pengurus masjid, Juru Sembelih Halal (Juleha), dan panitia kurban. Hal ini salah satunya dilakukan oleh Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.


Sosialisasi teknis penyembelihan dan distribusi daging kurban itu digelar di Masjid Nurul Ikhlas Bukit Senang, Desa Gemuruh. Giat ini diikuti para pengurus masjid, imam masjid, Juleha, serta panitia kurban di Desa Gemuruh.


Penyuluh Agama Fungsional, Triono, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat terkait tata cara ibadah kurban yang sah sesuai syariat Islam, mulai dari syarat hewan kurban, waktu penyembelihan, adab pelaksanaan, hingga teknis pendistribusian daging kurban secara tepat dan merata.


Peserta juga diberi pemahaman mengenai pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi agar ibadah kurban dapat terlaksana dengan baik dan memenuhi standar kesehatan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Triono turut menyampaikan hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan ibadah kurban


“Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda: Tidak ada amal anak Adam (manusia) pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada menumpahkan darah (kurban), karena dia akan datang pada hari kiamat (menjadi saksi) dengan tanduknya, kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah itu sudah sampai kepada Allah di tempat itu sebelum dia jatuh ke tanah, maka baikkanlah niatmu.” ujar Triono mengutip Hadist Riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi, Kamis (7/5/2026).


Triono juga menjelaskan bahwa kurban terbagi menjadi dua macam, yakni kurban wajib yang didasari niat dan nazar, serta kurban sunnah yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kelebihan rezeki. Adapun waktu pelaksanaan kurban dimulai setelah pelaksanaan Salat Iduladha tanggal 10 Zulhijjah hingga hari tasyrik, yakni tanggal 11 sampai 13 Zulhijjah.


Kepala KUA Kundur Barat Martin Abas Satriya, menyampaikan bahwa ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan dan membagikan daging, tetapi juga merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.


“Ibadah kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan dan membagikan daging, tetapi merupakan bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses—mulai dari pemilihan hewan, tata cara penyembelihan yang syar’i, hingga pendistribusiannya—berjalan sesuai tuntunan agama. Kita ingin kurban tahun ini tidak hanya sah secara teknis, tapi juga sempurna pahalanya di sisi Allah,” ujarnya


Martin Abas Satriya juga berharap materi yang telah disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat diterima dengan baik dan diaplikasikan oleh seluruh peserta dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber terkait berbagai persoalan teknis pelaksan

aan kurban di lingkungan masyarakat.